Jaringan Internet 5G dan Mesin E-Parkir Diuji Coba

Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan uji coba pemasangan sambungan Internet dengan koneksi 5G di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, selama Asian Games 2018 berlangsung pada 18 Agustus-2 September 2018.

Wakil Gubernur Sandiaga Uno menyatakan telah bekerja sama dengan provider XL Axiata dalam program tersebut. Pemasangan sambungan akan memanfaatkan tiangtiang penerangan jalan umum. “Teknologi 5G dengan WiGiC, bukan Wi-Fi.

Tak akan merusak tapi memiliki kecepatan yang luar biasa,” katanya di Balai Kota, dua hari lalu. Teknologi 5G ini, menurut dia, bisa mengakses Internet sebesar 10 gigabyte hanya dalam waktu tiga detik.

Biasanya kapasitas 10 GB membutuhkan waktu hingga dua jam, jika menggunakan jaringan 4G. Menurut Sandi, momen Asian Games dipilih menjadi masa uji coba, sebab akan ada ribuan wisatawan yang diperkirakan datang ke sana.

Dia berharap fasilitas tersebut sekaligus bisa dimanfaatkan oleh warga dan wisatawan. Di kawasan Kali Besar Kota Tua, Tamansari, sudah terpasang 13 alat terminal parkir elektronik (TPE).

Juru bicara Unit Pelaksana Perparkiran DKI, Ivan Valentino, menjelaskan TPE dipasang untuk menertibkan parkir liar di jalanan dan mengantisipasi membeludaknya pengunjung.

Instansinya juga tengah menertibkan lokasi parkir sehingga kendaraan roda dua akan ditempatkan di sisi timur dan barat Kali Besar. Sedangkan parkir kendaraan roda empat atau lebih di Taman Kota Intan.

“Dengan sistem alat parkir online, perekaman menggunakan ponsel melalui barcode. Bayar parkir bisa tunai atau uang elektronik,” ucap Ivan. Meski begitu, dia memastikan, akan tetap ada petugas parkir untuk membantu pengendara mengoperasikan mesin parkir tersebut.

Tarifnya masih flat, yakni mobil Rp 5.000 dan sepeda motor Rp 2.000. Adapun soal penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kota Tua, Pemerintah DKI masih kesulitan menertibkan mereka.Sejak Juni lalu, PKL dan parkir liar kembali mengokupasi trotoar dan jalanan sekitar Taman

Kota Tua. Meski petugas Satuan Polisi Pamong Praja rutin merazia, para PKL kembali lagi berjualan di sana. Para PKL beralasan di Lokasi Binaan Kota Intan sepi pembeli sehingga akhirnya menyerbu sekitar Taman Kota Tua.