KPK Periksa Dugaan Aliran Uang Ke Idrus Marham

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang mengatakan penyidik tengah memeriksa dugaan aliran uang dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1 ke Menteri Sosial Idrus Marham. Hal ini pula yang menjadi alasan KPK memanggil Idrus untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari dua pekan sejak operasi tangkap tangan terkait dengan proyek senilai Rp 12,78 triliun tersebut.

“Rencana begitu, tapi kami lihat kepastian pada harinya seperti apa,” kata Saut melalui pesan pendek, kemarin. Penyidik KPK menangkap 13 orang dalam kaitan kasus dugaan suap pemenangan proyek PLTU Riau-1 pada 13 Juli lalu.

baca juga : http://bikeshopbuffalo.com/amankah-genset-untuk-mengisi-ulang-daya-baterai-ponsel/

Dari operasi tersebut, KPK kemudian menetapkan dua orang sebagai tersangka, yaitu Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Eni Saragih sebagai penerima suap dan bos Apac Group, Johannes Budisutrisno Kotjo, sebagai pemberi suap. Dalam pengembangannya, KPK menemukan bukti adanya kesepakatan fee sebesar 2,5 persen dari konsorsium pemenang proyek atau sekitar Rp 307 miliar kepada sejumlah nama.

Salah satunya, penyidik menemukan bukti aliran uang proyek tersebut diberikan Johannes dalam empat tahap kepada Eni senilai Rp 4,8 miliar. Nama Idrus mencuat pertama kali saat penangkapan Eni Saragih. Dalam operasi tangkap tangan, penyidik KPK menjemput Eni pada saat menghadiri acara ulang tahun anak Idrus di rumah dinas Menteri Sosial, di kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Nama mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar tersebut kembali muncul dalam dugaan sejumlah pertemuan pembahasan proyek bersama Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir. “Masih kami dalami (aliran uang ke Idrus dan sejumlah nama), kan ada indikasi-indikasi,” kata Saut.

Idrus pertama kali menjalani pemeriksaan pada 19 Juli lalu. Seusai pemeriksaan, dia mengakui memiliki kedekatan dengan Eni Saragih dan Johannes Kotjo. Dia juga mengatakan pemeriksaan terhadap dirinya harus dihentikan karena sudah larut dan telah berlangsung hampir 11 jam.

Meski demikian, dia enggan memaparkan detail isi pemeriksaan dan dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus tersebut. Dia mengklaim memiliki sifat dan sikap yang mudah dekat dengan banyak orang, termasuk politikus dan pengusaha. “Kamis, janji saya akan datang lagi untuk memberi penjelasan sebagai kelanjutan penjelasan saya sebelumnya,” kata Idrus di kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, kemarin.

Penyidik KPK juga memeriksa Eni Saragih sebagai tersangka, kemarin. Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Bidang Energi tersebut, dalam surat yang diterima Tempo, mengatakan niatnya membantu penyidik adalah untuk mengungkap seluruh pelaku dalam kasus tersebut.

Namun dia justru meminta waktu kepada penyidik untuk menunda pemeriksaan lanjutan. “Saya belum memberikan keterangan apa pun lagi. Saya minta waktu kepada penyidik,” kata Eni.