Sektor Tambang Angkat Bisnis Alat Berat

Laju bisnis alat berat tampak semakin ringan. Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) mencatat, volume produksi alat berat selama semester pertama tahun ini tumbuh 36,97% year on year (yoy) menjadi 3.379 unit. Sektor pertambangan dan konstruksi masing-masing menyerap 40%. Sisanya adalah sektor agribisnis dan perhutanan.

Sementara berdasarkan jenis, alat berat hydraulic excavator mendominasi total produksi hingga 3.040 unit. (lihat tabel). Mengintip data Hinabi lebih jauh, volume produksi alat berat semester pertama 2018 bahkan hampir dua kali lipat daripada produksi sepanjang 2009. Sebagai catatan, total produksi alat berat sebanyak 1.719 unit pada 2009 menjadi yang terendah dalam kurun 10 tahun terakhir.

Biarpun produksi alat berat semester pertama tumbuh, Hinabi masih memegang target produksi sepanjang 2018 yakni 7.000 unit. “Melihat hasil ini positif, maka kami belum ada revisi target,” kata Jamaludin, Ketua Hinabi kepada KONTAN, Minggu (22/7). Salah satu pelaku usaha, PT Intraco Penta Tbk (INTA) mengaku, nilai penjualan alat berat selama Januari-Juni 2018 mencapai Rp 1,12 triliun.

baca juga : http://bikeshopbuffalo.com/hidup-lebih-mudah-dengan-genset-diesel/

Pencapaian itu hampir dobel daripada periode yang sama tahun lalu senilai Rp 570,6 miliar. Dari sisi volume, Intraco Penta berhasil menjual 499 unit alat berat di semester pertama tahun ini, naik dibandingkan semester pertama tahun lalu 275 unit. “Tambang berkontribusi 64%,” kata Ferdinand D., Investor Relations Strategist Intraco Penta kepada KONTAN, Jumat (22/7).

Mengerek target Pelaku usaha lain seperti PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) juga satu suara mengenai sektor pertambangan sebagai pendongkrak bisnis alat berat.

Namun, cuma Hexindo Adiperkasa yang kemudian berencana merevisi target. Hexindo Adiperkasa menargetkan penjualan 2.000 unit alat berat untuk periode tahun fiskal 1 April 2018-31 Maret 2019. Alasannya, target penjualan itu tak mencerminkan permintaan pasar tapi mengacu pada kemampuan pemasok.

Sementara, permintaan alat berat saat ini sudah naik 50% daripada tahun lalu. Hexindo Adiperkasa pun menakar, semestinya bisa menjual 3.000 unit alat berat. Oleh karena itu, mereka menaikkan target penjualan menjadi 2.400 unit. “Kami dapat tambahan kapasitas dari supplier,” tutur Djonggi Gultom, Director Chief Marketing Offi cer of Hexindo Adiperkasa saat dihubungi KONTAN, Jumat (22/7) lalu.

Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk memastikan, target penjualan pada tahun ini tetap di kisaran 4.500 unit. Demikian pula dengan Martio, Direktur PT Kobexindo Tractors Tbk yang menyatakan target manajemen tak berubah meskipun penjualan di semester I naik 40% yoy.